SB19GzwIeB1Tv6FDyUKkDk8tS5RU4G7B5LRZmEqP
Bookmark

STM Raih Sertifikat P4S Kelas Madya dari Kementan RI


TEMANGGUNG, 3 Maret 2026 – Sekolah Tani Masyarakat (STM) yang berbasis di Kabupaten Temanggung mencatatkan tonggak sejarah baru dalam kontribusinya terhadap dunia agrikultur. Secara resmi, STM telah menerima sertifikat klasifikasi sebagai Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Kelas Madya dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Penetapan kelas Madya ini merupakan bentuk pengakuan negara atas standar mutu pelatihan, kelengkapan sarana prasarana, serta konsistensi STM dalam mengembangkan sumber daya manusia di sektor pertanian secara mandiri di wilayah Jawa Tengah.

Wadah Transformasi Petani Milenial Temanggung

Menanggapi pencapaian ini, Anantiyo Widodo, Ketua Dewan Pembina Sekolah Tani Masyarakat, menyatakan bahwa status baru ini merupakan mandat untuk memperluas jangkauan edukasi pertanian, khususnya bagi generasi muda di Temanggung dan sekitarnya.

"Resmi menyandang status P4S Kementan RI, Sekolah Tani Masyarakat siap menjadi wadah belajar yang lebih berdampak bagi petani milenial dan lokal," tegas Anantiyo.

Ia menambahkan bahwa fokus ke depan adalah mengintegrasikan inovasi teknologi pertanian dengan kearifan lokal Temanggung. "Kami ingin memastikan bahwa petani muda kita tidak hanya mampu bercocok tanam, tetapi juga tangguh secara manajerial dan memiliki daya saing di pasar nasional maupun global," lanjutnya.

Mengenal P4S Kelas Madya

Sebagai P4S Kelas Madya, Sekolah Tani Masyarakat kini memiliki legitimasi yang lebih kuat untuk:

  • Menyelenggarakan Pelatihan Terstruktur: Menyusun kurikulum pelatihan yang diakui secara formal oleh sistem penyuluhan pertanian nasional.

  • Pusat Inkubasi Petani: Menjadi wadah bagi petani lokal untuk melakukan uji coba inovasi dan adopsi teknik pertanian berkelanjutan.

  • Jejaring Strategis: Terhubung langsung dengan program strategis Kementerian Pertanian untuk mempercepat pembangunan ekonomi perdesaan di Kabupaten Temanggung.

Pencapaian ini diharapkan mampu memicu semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas tani guna memperkuat posisi Temanggung sebagai salah satu pilar ketahanan pangan nasional.

Posting Komentar

Posting Komentar