SB19GzwIeB1Tv6FDyUKkDk8tS5RU4G7B5LRZmEqP
Bookmark

Sekolah Tani Masyarakat Buka 6 Kelas TMT Batch 3 Kemnaker, 96 Peserta Siap Tingkatkan Kompetensi

TEMANGGUNG — Sekolah Tani Masyarakat (STM) membuka pelaksanaan program Tailor Made Training (TMT) Batch ke-3 2026 Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dengan menghadirkan enam kelas pelatihan yang diikuti oleh 96 peserta. Kegiatan pembukaan berlangsung pada Selasa, 29 September 2026, pukul 08.00 WIB, bertempat di Masjid Sekolah Tani Masyarakat.

Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi masyarakat melalui pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ekonomi digital, serta peluang pengembangan usaha mandiri. Melalui enam kelas yang dibuka, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas peluang ekonomi.

Sekilas Pelaksanaan TMT STM
96
Peserta Pelatihan
6
Kelas Pelatihan
5
Bidang Keterampilan

Enam Kelas untuk Memperluas Peluang Kerja dan Usaha

Pelaksanaan TMT di Sekolah Tani Masyarakat mencakup lima bidang keterampilan yang dikembangkan ke dalam enam kelas. Komposisi tersebut dirancang untuk menjangkau beragam kebutuhan peserta, mulai dari peluang memperoleh penghasilan melalui platform digital hingga keterampilan praktis dan pengelolaan usaha.

01–02. Digital Affiliate — 2 Kelas

Membekali peserta dengan keterampilan pemasaran afiliasi melalui platform digital sebagai salah satu alternatif untuk membangun peluang penghasilan berbasis internet.

03. Digital Marketing — 1 Kelas

Mengembangkan kemampuan pemasaran digital untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen, dan memperluas pasar bagi usaha maupun produk yang dikelola peserta.

04. Laporan Keuangan UMKM — 1 Kelas

Mendorong peserta memahami pentingnya pencatatan dan penyusunan laporan keuangan yang tertib sebagai fondasi pengelolaan usaha mikro, kecil, dan menengah yang lebih sehat.

05. Barista — 1 Kelas

Memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan keterampilan di bidang penyajian kopi, yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja di industri minuman maupun merintis usaha sendiri.

06. Pupuk Organik — 1 Kelas

Mengenalkan keterampilan pembuatan pupuk organik yang berpotensi mendukung praktik pertanian berkelanjutan, pemanfaatan bahan organik, dan pengembangan usaha di sektor pertanian.

Keragaman bidang tersebut mencerminkan pentingnya keterampilan yang adaptif terhadap perubahan zaman. Peluang ekonomi tidak hanya hadir melalui pekerjaan formal, tetapi juga melalui pemasaran digital, pengembangan UMKM, industri kreatif, dan sektor pertanian.

Anantiyo: Ikuti Pelatihan dengan Serius dan Berorientasi pada Masa Depan

Pembukaan program dilakukan oleh Muhamad Anantiyo Widodo, SE., M.M., selaku Founder dan Ketua Dewan Pembina Sekolah Tani Masyarakat. Dalam sambutannya, Anantiyo menyampaikan harapan agar seluruh peserta mengikuti proses pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berlatih, dan memanfaatkan kesempatan belajar untuk meningkatkan kompetensi masing-masing.

“Ikuti pelatihan ini dengan serius. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, perbanyak latihan, dan manfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh keterampilan yang benar-benar bisa digunakan. Harapannya, peserta dapat meraih sertifikat kompetensi dari BNSP sesuai skema yang diikuti dan menjadikan keterampilan tersebut sebagai bekal untuk masa depan.”

Ia menegaskan bahwa manfaat pelatihan tidak seharusnya berhenti pada selesainya kegiatan atau diperolehnya sertifikat. Pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari perlu diterapkan dalam kehidupan nyata, baik untuk meningkatkan kualitas pekerjaan bagi peserta yang sudah bekerja, memperkuat kesiapan memasuki dunia kerja bagi peserta yang belum bekerja, maupun membuka peluang usaha mandiri.

Bagi peserta yang telah memiliki usaha, keterampilan baru diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pemasaran, serta memperbaiki pengelolaan keuangan. Sementara itu, bagi peserta yang sedang mempersiapkan masa depan karier, pelatihan dapat menjadi salah satu langkah untuk membangun kompetensi yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar.

Harapan tersebut sejalan dengan pentingnya pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada kemampuan mempraktikkan keterampilan dan menghasilkan manfaat nyata.

STM sebagai Ruang Belajar dan Pengembangan Keterampilan

Sekolah Tani Masyarakat terus mengembangkan perannya sebagai ruang belajar bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian ekonomi. Melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan, STM berupaya mempertemukan proses pembelajaran dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Penyelenggaraan Tailor Made Training ini juga memperlihatkan bahwa pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukan melalui beragam jalur keterampilan. Dunia digital, pengelolaan usaha, industri kopi, dan pertanian berkelanjutan memiliki karakteristik berbeda, tetapi semuanya membuka ruang bagi masyarakat untuk terus bertumbuh dan mengembangkan potensi.

Dengan dimulainya enam kelas pelatihan ini, 96 peserta diharapkan tidak sekadar menjadi penerima materi, tetapi juga menjadi pembelajar aktif yang mampu mengembangkan kompetensi dan menerapkannya sesuai peluang serta kebutuhan masing-masing.

Semangat Belajar, Bertumbuh, dan Berdampak

Keterampilan adalah bekal. Kompetensi adalah penguat. Penerapan adalah jalan menuju manfaat.

Sekolah Tani Masyarakat berharap program ini menjadi langkah nyata bagi peserta untuk membangun masa depan yang lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing.

SEKOLAH TANI MASYARAKAT (STM)
Larasing Alam, Makmuring Tani
www.sekolahtanimasyarakat.id

Posting Komentar

Posting Komentar