TSM9TSO9TfO8Tpd7TfO0BUr5GA==

Headline:

Sumpah Pemuda untuk Pertanian Indonesia

Sumpah Pemuda untuk Pertanian Indonesia

Dari Tanah, Kita Bertumbuh. Dari Pertanian, Kita Membangun Masa Depan.

Oleh: Sekolah Tani Masyarakat (STM)
28 Oktober 2026 | Momentum Hari Sumpah Pemuda

Setiap 28 Oktober, kita mengenang keberanian pemuda Indonesia yang menyatukan tekad untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan. Kini, semangat persatuan itu perlu diteruskan melalui perjuangan yang relevan dengan tantangan zaman, salah satunya membangun pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Di balik setiap makanan yang tersaji di meja kita, ada tanah yang dirawat, petani yang bekerja, dan proses panjang yang menjaga keberlangsungan kehidupan.

Regenerasi Petani, Tanggung Jawab Bersama

Berdasarkan Sensus Pertanian 2023 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki sekitar 6,18 juta petani berusia 19–39 tahun. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 21,93 persen dari keseluruhan petani dalam kategori yang digunakan pada publikasi tersebut. Pada sensus yang sama, jumlah Usaha Pertanian Perorangan tercatat sebanyak 29,34 juta unit, turun 7,45 persen dibandingkan 2013.

Sumber: Badan Pusat Statistik, Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian 2023 Tahap I.

Data tersebut menjadi pengingat bahwa regenerasi petani dan keberlanjutan usaha pertanian perlu mendapat perhatian serius.

Pertanian tidak cukup hanya diwariskan dari generasi ke generasi. Pertanian perlu dikembangkan melalui ilmu pengetahuan, teknologi, kewirausahaan, dan inovasi agar semakin menarik serta mampu memberikan penghidupan yang layak.

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menekankan pentingnya memperluas kesempatan generasi muda dalam sistem pangan dan pertanian, termasuk melalui peningkatan keterampilan, akses terhadap sumber daya, kesempatan kerja yang layak, dan pengembangan usaha.

Sumber: FAO, Promoting Youth Engagement and Employment in Agriculture and Food Systems.

Mengajak pemuda peduli pertanian bukan sekadar mengajak mereka menanam. Kita sedang mengajak generasi muda mengambil bagian dalam menjaga pangan, mengembangkan ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja, dan merawat lingkungan.

Pertanian Adalah Peluang Masa Depan

Pertanian hari ini bukan hanya tentang menanam dan memanen. Ada peluang dalam pengolahan hasil bumi, pemasaran digital, pengembangan produk, pengelolaan koperasi, teknologi budidaya, hingga pembangunan merek produk lokal.

Anak muda dapat menjadi petani profesional, pengusaha agribisnis, inovator, pemasar produk pertanian, maupun pendamping masyarakat desa.

Kuncinya adalah kemauan untuk belajar, keberanian mencoba, kemampuan mengelola risiko, dan kesediaan membangun kolaborasi.

Kita tidak harus meninggalkan desa untuk membangun masa depan. Desa juga dapat menjadi tempat tumbuhnya inovasi, kewirausahaan, dan kesejahteraan.

Mari Bertumbuh Bersama Sekolah Tani Masyarakat

Semangat itulah yang ingin ditumbuhkan Sekolah Tani Masyarakat (STM): membangun ekosistem pertanian berkelanjutan yang menumbuhkan petani unggul, agribisnis berdaya saing, dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui pendidikan, pelatihan, praktik pertanian, dan pengembangan usaha, STM mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi melangkah menuju karya nyata.

Kita dapat belajar mengembangkan kopi, gula aren, hortikultura, peternakan, serta berbagai potensi lokal lainnya. Kita juga dapat belajar meningkatkan nilai tambah hasil bumi, mengembangkan usaha, memperluas pemasaran, dan membangun kerja sama yang saling menguatkan.

Sekolah Tani Masyarakat terbuka bagi generasi muda, petani, kelompok tani, calon pengusaha agribisnis, dan masyarakat yang ingin belajar serta berkontribusi bagi kemajuan pertanian.

Mari bergabung, belajar bersama, mengembangkan potensi desa, dan membangun pertanian yang memberikan manfaat bagi lebih banyak orang.

Sebab, masa depan pertanian tidak hanya ditentukan oleh luasnya lahan yang kita miliki, tetapi juga oleh kualitas manusia yang mengelolanya.

Sumpah Pemuda Sekolah Tani Masyarakat

Kami, Pemuda Sekolah Tani Masyarakat, dengan semangat persatuan dan pengabdian, berjanji:

Pertama

Kami mengaku bertanah air satu, Tanah Indonesia yang subur dan kaya, yang wajib kita jaga, rawat, dan lestarikan demi generasi masa depan.

Kedua

Kami mengaku berbangsa satu, Bangsa Indonesia yang mandiri dan berdaulat pangan, yang dibangun melalui kerja keras petani, inovasi generasi muda, dan gotong royong seluruh masyarakat.

Ketiga

Kami menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia, serta menjadikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kearifan lokal sebagai kekuatan untuk memajukan pertanian Indonesia.

Kami bertekad menjadi petani yang berilmu, pengusaha agribisnis yang tangguh, dan generasi muda yang membawa perubahan.

Kami tidak sekadar menjadi penonton perubahan, tetapi menjadi pelaku yang menggerakkan kemajuan pertanian.

Kami tidak sekadar mewarisi tanah yang subur, tetapi mewariskan tanah yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Dari desa, kita berkarya.
Dari tanah, kita bertumbuh.
Dari pertanian, kita menyejahterakan bangsa.

Mari Bergabung dan Bergerak Bersama

Masa depan pertanian Indonesia membutuhkan generasi yang mau belajar, berani berinovasi, dan bersedia bekerja bersama.

Mari menjadi bagian dari gerakan Sekolah Tani Masyarakat. Bersama-sama, kita belajar, berkarya, mengembangkan potensi desa, dan membangun pertanian yang berkelanjutan.

Sekolah Tani Masyarakat
Larasing Alam, Makmuring Tani.

Informasi lebih lanjut: www.sekolahtanimasyarakat.id


Referensi dan Bacaan Lanjutan

  1. Badan Pusat Statistik. (2023). Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian 2023 Tahap I.
    Baca publikasi resmi BPS.
  2. Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Pemuda Indonesia 2024.
    Baca publikasi Statistik Pemuda Indonesia.
  3. Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2022). Promoting Youth Engagement and Employment in Agriculture and Food Systems for Food Security and Nutrition.
    Baca rekomendasi FAO.
  4. High Level Panel of Experts on Food Security and Nutrition. (2021). Promoting Youth Engagement and Employment in Agriculture and Food Systems.
    Baca laporan HLPE-FSN.
  5. Food and Agriculture Organization of the United Nations. Youth-Sensitive Value Chain Analysis and Development: Guidelines for Practitioners.
    Baca panduan pengembangan rantai nilai pertanian.
  6. Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. (2025). Rencana Strategis BPPSDMP 2025–2029.
    Baca dokumen perencanaan pengembangan SDM pertanian.
Daftar Isi

0Komentar

Special Ads
Special Ads
Special Ads
Formulir
Tautan berhasil disalin