Dari Biji Kopi Menjadi Peluang Usaha : LKP Sekolah Tani Masyarakat Latih 16 Calon Barista melalui Program TMT Kemnaker
LKP Sekolah Tani Masyarakat menyelenggarakan pelatihan Barista melalui Program Tailor Made Training (TMT) Kemnaker Batch 3 Tahun 2026. Kegiatan dilanjutkan dengan uji kompetensi BNSP pada 5 Oktober 2026.
TEMANGGUNG — Kopi bukan sekadar minuman. Di balik setiap cangkir kopi, terdapat potensi ekonomi yang dapat membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Semangat inilah yang mewarnai pelatihan Barista yang diselenggarakan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Sekolah Tani Masyarakat (STM) pada 29 September–3 Oktober 2026 di Kampus STM, Dusun Ploso, Desa Gesing, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung.
Pelatihan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Tailor Made Training (TMT) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 3 Tahun 2026. Sebanyak 16 peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, mempelajari keterampilan meracik kopi sekaligus mengenal peluang pengembangan usaha di industri kopi.
Belajar dari Biji Kopi hingga Secangkir Espresso
Selama lima hari pelatihan, peserta mendapatkan materi yang mencakup pengenalan dunia barista, sejarah kopi, perjalanan kopi dari panen hingga pengolahan, serta karakteristik biji kopi. Peserta juga mempelajari teknik roasting, cupping, dan brewing, mengenal peralatan pembuatan kopi manual, memahami tingkat kehalusan gilingan, serta mempraktikkan pembuatan berbagai minuman berbasis espresso.
Tidak berhenti pada keterampilan teknis, pelatihan ini juga membekali peserta dengan wawasan kewirausahaan melalui materi coffeepreneur dan kiat-kiat usaha kedai kopi. Pembekalan tersebut penting agar keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi peluang kerja maupun usaha mandiri.
Materi pelatihan disampaikan oleh Sultanul Arifin, praktisi kopi asal Jawa Tengah yang aktif dalam pengembangan industri kopi lokal. Ia memiliki pengalaman sebagai mentor pelatihan barista dan roaster serta asesor kompetensi di BBPVP Semarang. Kombinasi pengalaman praktik dan pelatihan tersebut menjadi bekal bagi peserta untuk mengenal keterampilan barista secara lebih mendalam.
Pelatihan Gratis hingga Uji Kompetensi BNSP
Salah satu hal yang membuat program ini menarik adalah dukungan fasilitas bagi seluruh peserta. Mereka mendapatkan pelatihan, uang saku, seragam atau pakaian kerja, serta kesempatan mengikuti uji kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) secara gratis.
Setelah menyelesaikan pelatihan pada 3 Oktober 2026, peserta mengikuti uji kompetensi BNSP pada 5 Oktober 2026 sebagai tahapan untuk mengukur kompetensi yang telah dipelajari.
Uji kompetensi menjadi kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan sesuai skema sertifikasi yang diujikan. Sertifikasi kompetensi dapat menjadi nilai tambah dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, meskipun hasil sertifikasi tetap bergantung pada pencapaian masing-masing peserta dalam proses asesmen.
Mengembangkan SDM untuk Memperkuat Potensi Kopi Temanggung
Direktur LKP Sekolah Tani Masyarakat, Lutfi al Hakim, menyampaikan bahwa penyelenggaraan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen STM untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang bergerak di sektor kopi dan gula aren.
Menurutnya, kopi dan gula aren merupakan produk unggulan yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Namun, potensi komoditas tersebut perlu didukung oleh peningkatan keterampilan, kreativitas, dan kemampuan usaha agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“LKP Sekolah Tani Masyarakat berkomitmen untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas para pegiat kopi dan gula aren sebagai produk unggulan Temanggung. Harapannya, mereka mampu berperan secara optimal dalam mengembangkan potensi produk lokal dan meningkatkan kesejahteraan petani.”
Komitmen tersebut menegaskan bahwa pengembangan pertanian tidak cukup berhenti pada kegiatan produksi. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengolahan, penyajian, pemasaran, dan pengembangan usaha juga diperlukan agar komoditas lokal memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Melalui pelatihan barista, STM berupaya mempertemukan potensi hasil pertanian dengan kebutuhan dunia usaha. Keterampilan mengolah dan menyajikan kopi diharapkan dapat membuka ruang bagi tumbuhnya tenaga kerja terampil, wirausaha baru, serta ekosistem usaha kopi yang semakin kuat.
Dari Ruang Pelatihan Menuju Peluang Masa Depan
Berakhirnya pelatihan dan pelaksanaan uji kompetensi bukanlah akhir dari proses belajar. Justru, keduanya menjadi titik awal bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan, membangun pengalaman, dan memanfaatkan peluang di industri kopi.
Bagi Sekolah Tani Masyarakat, program ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga menumbuhkan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu menciptakan nilai tambah.
Kopi tidak hanya tumbuh di kebun. Kopi juga dapat tumbuh menjadi peluang usaha, sumber penghidupan, dan jalan menuju kesejahteraan masyarakat.
Tentang Sekolah Tani Masyarakat
Sekolah Tani Masyarakat (STM) merupakan lembaga yang berfokus pada pengembangan kapasitas masyarakat melalui pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan berbasis potensi lokal. Melalui berbagai programnya, STM berupaya mendorong lahirnya sumber daya manusia yang kompeten sekaligus memperkuat pengembangan pertanian dan kewirausahaan masyarakat.
Penyelenggara: LKP Sekolah Tani Masyarakat
Program: Tailor Made Training (TMT) Kemnaker Batch 3 Tahun 2026
Pelatihan: 29 September–3 Oktober 2026
Uji kompetensi BNSP: 5 Oktober 2026
Lokasi: Dusun Ploso, Desa Gesing, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.


Posting Komentar